Fresh Check

adalah prosedur Pemeriksaan pada sapi fresh (sapi yang sejak melahirkan belum pernah dikawinkan/Inseminasi). Prosedur ini adalah standar Pemeriksaan Reproduksi untuk memastikan calving interval terjadi secara optimal sesuai target 1 pedet per Induk per Tahun.

Setiap petugas Reproduksi Sapi (baik Dokter Hewan maupun Paramedis), harus menjawab 4 pertanyaan mendasar sebelum menentukan diagnosa dan memutuskan jenis tindakan pada setiap sapi yang masuk dalam program Reproduksi dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat keberhasilan maksimal.

Metoda yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar ini adalah palpasi rektal secara manual menggunakan tangan kosong maupun dengan menggunakan alat USG. Pertanyaan dasar tersebut adalah :

  1. Apa Status Kebuntingan Sapi yang diperiksa, bunting atau tidak..? Memutuskan Status ini sangat penting karena jika ternyata sapi dinyatakan bunting, maka pemeriksaan Reproduksi akan dihentikan dan program reproduksi dilanjutkan pada pemeriksaan kebuntingan periode berikutnya.
  2. Apa Status Berahi Sapi, berahi atau tidak..? Kadang sapi tidak menunjukkan gejala sekunder berahi (3A, standing atau lainnya) meskipun sapi dalam kondisi memiliki folikel yang sudah matang. Jika pada saat pemeriksaan ternyata ditemukan sapi dalam kondisi berahi, maka harus dilakukan inseminasi (baik alami maupun buatan)
  3. Apa Status Infeksi Saluran Reproduksinya. Infeksi atau tidak..? Menentukan derajat infeksi pada sapi menjadi sangat penting karena sapi yang dalam kondisi infeksi pada saluran reproduksinya (seringan apapun infeksinya), masih bisa menunjukkan gejala berahi. Jika inseminasi dilakukan dalam kondisi ini, kebuntingan tidak akan terjadi. Menentukan Skor infeksi bisa dikakukan juga dengan menggunakan metricek.
  4. Bagaimana kondisi Ovarium nya..?Menentukan kondisi ovarium menjadi kunci terakhir sebelum menentukan diagnosa dan memutuskan tindakan. Pada dasarnya, kondisi ovarium yang akan ditemukan pada saat pemeriksaan adalah dalam keadaan STATIS (tidak ada aktifitas, polos, tanpa ada benjolan apapun), FOLIKEL (sedang bersiklus dan memiliki sek telur yang sedang berkembang, diberi Kode “F” terdapat benjolan folikel) dan CORPUS LUTEUM (sedang bersiklus, sudah ovulasi, diberi kode “CL”). Kadang, hasil pada saat pemeriksaan juga akan ditemukan ovarium sedang dalam keadaan rubrum (folikel pecah dan teraba legok karena baru saja ovulasi), meskipun kondisi ini sangat jarang ditemukan karena seringkali proses rubrum ini berlangsung dalam waktu yang singkat (kurang dari 48 jam) sebelum akhirnya menutup menjadi Corpus Luteum.

Langkah berikutnya adalah menentukan diagnosa dengan menyimpulkan kondisi setelah melakukan fresh check ini. Bisa jadi,

  1. Sapi akan dibiarkan,
  2. Sapi akan di inseminasi,
  3. Sapi akan mendapat rekomendasi suplementasi tertentu,
  4. Sapi akan mendapat terapi pengobatan,
  5. Sapi akan mendapatkan intervensi hormonal dan dilanjutkan dengan program sinkronisasi,
  6. Sapi akan mendapatkan program Embrio Transfer, atau
  7. Sapi akan direkomendasikan afkir

Prosedur Fresh Check ini wajib dilakukan pada setiap sapi yang memiliki DIM lebih dari 50 dan masih berstatus FRESH.
Oh ya, sudah paham tentang istilah-istilah sapi berdasarkan status reproduksinya, kan..??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *