Pentingnya Pengecekan Darah pada Pedet
Pedet lahir tanpa sistem imun yang matang (hypogammaglobulinemic). Kelangsungan hidup mereka 100% bergantung pada transfer imunitas pasif dari kolostrum. Penyerapan antibodi (IgM dan IgG) dari kolostrum sangat menentukan kesehatan pedet. Kegagalan transfer imunitas adalah penyebab utama kematian pedet di bawah umur 2 minggu. Karena itu, pengecekan kandungan antibodi pada darah pedet sangat penting untuk memastikan pedet Anda memang terlindungi dengan baik.
Mengenal Alat & Prinsip Kerja
Pengecekan antibodi pada darah pedet dilakukan dengan berbagai macam metode, seperti Radial Immunodiffusion (RID), ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), uji presipitasi sulfat, tes glutaraldehyde coagulation, dan penggunaan Refractometer. Setiap metode ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang penggunaan Refraktometer untuk mengecekan darah pedet.
Refraktometer tidak menghitung jumlah butiran antibodi secara langsung, melainkan mengukur Total Serum Protein (TSP). Karena IgG/IgM adalah protein, maka tinggi rendahnya protein dalam darah mencerminkan jumlah antibodi yang berhasil diserap.
- Refraktometer Brix: Sangat praktis, bisa digunakan untuk cek kualitas kolostrum sekaligus darah.
- Refraktometer Protein Serum: Mengukur konsentrasi protein langsung dalam satuan g/dL.
Agar hasil yang didapatkan sesuai dengan kondisi pedet, persiapan alat yang baik sangatlah penting. Perhatikan kondisi berikut:
- Sebelum diberi sampel darah, pastikan alat berada di titik "Nol". Kesalahan kecil (0,2 unit) bisa membuat pedet berisiko terlihat sehat.
- Kalibrasi alat dengan air distilasi/aquabidest):
o Bersihkan prisma dengan tisu lensa atau kain lembut.
o Teteskan air distilasi dan tutup prisma. Pastikan menutupi seluruh permukaan tanpa gelembung.
o Tunggu 30 detik agar suhu air menyesuaikan dengan suhu alat (fitur ATC butuh waktu untuk stabil).
o Setel ke angka 0 jika garis biru-putih tidak di angka 0 (Brix) atau 1.000 (Serum), putar sekrup kalibrasi hingga tepat di garis dasar.
o Jangan gunakan air keran untuk kalibrasi. Kandungan mineral di air keran akan menggeser titik nol dan mengacaukan diagnosa.
Prosedur Pengecekan Sampel
1. Pengambilan Darah
Pengambilan darah terbaik saat pedet berusia 24–48 jam (puncak penyerapan antibodi). Lokasi pengambilan darah di vena jugularis, kemudian darah disimpan dalam tabung tutup merah (plain/non-EDTA).
2. Penyiapan Serum & Suhu Sampel
Diamkan darah hingga membeku atau gunakan centrifuge untuk mengambil cairan bening (serum). Jika serum dari kulkas, biarkan di suhu ruang selama 20–30 menit. Serum dingin cenderung memberikan hasil terlihat lebih tinggi dari aslinya (False High). Sedangkan serum panas cenderung memberikan hasil terlihat lebih rendah dari aslinya (False Low). Karena itu, jangan pernah memanaskan serum yang berakibat merusak protein.
3. Pembacaan
Teteskan serum ke prisma, tunggu 30 detik agar terjadi keseimbangan suhu (thermal equilibrium), lalu baca hasilnya.
4. Pemeliharaan Alat
- Jauhkan area pengujian dari sinar matahari langsung untuk menjaga kestabilan suhu prisma.
- Bersihkan prisma dengan air bersih dan keringkan setiap habis satu sampel agar tidak terjadi kontaminasi silang antar pedet.
- Lakukan kalibrasi setiap kali berpindah lokasi
