Kolostrum adalah susu pertama yang dihasilkan sapi setelah melahirkan. Berwarna kuning dan lebih kental, kolostrum ini sangat penting bagi kesehatan pedet (anak sapi) yang baru lahir.
Pentingnya Kolostrum
Pedet lahir tanpa sistem kekebalan tubuh yang aktif. Mereka sangat bergantung pada antibodi yang terkandung dalam kolostrum untuk melawan penyakit.
Antibodi ini hanya dapat diserap secara optimal oleh dinding usus pedet dalam 24 jam pertama kehidupannya. Dinding usus mulai menutup segera setelah lahir, sehingga semakin cepat kolostrum diberikan, semakin banyak imunoglobulin yang diserap.
Dengan pemberian kolostrum yang tepat dan berkualitas, peluang pedet tetap sehat di bulan-bulan pertama akan meningkat. Manfaat kolostrum berkualitas bagi pedet meliputi:
· Menurunkan risiko kematian dan penyakit sebelum masa sapih.
· Meningkatkan laju pertumbuhan.
· Mempercepat usia kawin pertama dan meningkatkan produksi susu saat dewasa nanti.
Prinsip 5Q dalam Manajemen Kolostrum
Untuk memastikan pedet mendapatkan perlindungan maksimal, terapkan prinsip berikut:
1. Quality (Kualitas)
Kolostrum berkualitas baik mengandung setidaknya 50 g/L antibodi IgG. Kualitas dapat diuji menggunakan alat Colostrometer atau Brix Refractometer.
2. Quantity (Jumlah)
Berikan kolostrum pertama sebanyak 10% dari berat badan pedet dalam 4 jam pertama. Total asupan dalam 24 jam pertama idealnya mencapai 20% dari berat badan. Misalkan bobot lahir pedet 30 kg, berarti dalam 4 jam pertama setelah dilahirkan, pedet ini harus diberi kolostrum sekitar sebanyak 3 L.
3. Quickly (Cepat): Berikan sesegera mungkin setelah lahir karena kemampuan usus menyerap antibodi menurun drastis setiap jamnya.
4. sQueaky Clean (Sangat Bersih): Peras kolostrum dengan peralatan yang bersih untuk mencegah bakteri. Bakteri dapat menghambat penyerapan antibodi ke dalam darah pedet.
5. Quantify (Evaluasi): Pantau keberhasilan manajemen dengan menguji status imun pedet melalui sampel darah oleh tenaga medis hewan.
Tips Praktis Pemberian
Cara memberikan kolostrum sangat memengaruhi kesehatan pencernaan pedet. Beberapa tips praktis pemberian kolostrum antara lain:
· Berikan kolostrum dalam kondisi hangat, idealnya sekitar 35-40°C.
· Pemberian kolostrum bisa menggunakan dot, ember, menghisap dari induk langsung (suckling), atau selang lambung (milk probe). Penggunaan botol dot lebih baik daripada ember terbuka karena merangsang refleks esophageal groove, yang memastikan susu langsung masuk ke perut sejati (abomasum) dan bukan ke rumen yang belum berfungsi. Selang lambung (milk probe) hanya digunakan jika pedet sangat lemah atau tidak mau menyusu.
· Kolostrum segar harus digunakan dalam waktu 1 jam. Untuk penyimpanan kolostrum, Anda bisa membaca artikel kami yang berjudul “Cara Tepat Penyimpan Kolostrum.
· Jangan mencampur kolostrum dari sapi yang berbeda karena dapat menurunkan kualitas keseluruhan dan meningkatkan risiko penularan penyakit seperti Johne’s disease.
· Semua peralatan perah dan botol harus dicuci bersih dan disucihamakan setelah digunakan untuk mencegah wabah diare.
Masa Transisi
Setelah pemberian kolostrum minimal selama 2 hari, peternak dapat beralih ke susu utuh atau pengganti susu (milk replacer) mulai hari ketiga atau keempat.
Sumber Referensi:
Colostrum Management for Dairy Calves
Effective Colostrum Management
